Teks Ceramah Islam Ini Singkat, Tapi Mengena…

teks ceramah islam raja dan khaufTeks ceramah Islam untuk motivasi dan pengembangan diri. Ada dua sifat penting yang perlu kita munculkan dalam hidup yang fana ini. Kedua sifat itu dapat membakar semangat kita untuk menjadi orang yang jauh lebih sejahtera. Apa itu? Simak teks ceramah Islam manajemen qolbu ini….

Teks Ceramah Islam
Hadirin yang dirahmati Allah, dalam kitab Al Hikam, Syekh Ahmad Athillah disebutkan bahwa: “Jika Allah buka pintu harapan (raja) maka saksikanlah apa yang Allah berikan untukmu. Jika kamu ingin Allah buka pintu khauf (khawatir) perhatikan apa yang telah engkau amalkan mentaati Allah.”

Saudaraku yang baik, jadi orang dapat termotivasi dengan dua hal yaitu:
1. Raja’ (Harap)
2. Khauf (Takut, khawatir atau cemas)

Raja’ maksudnya adalah harapan yang senantiasa dimiliki oleh hamba kepada Allah Sang Maha Pemberi. Misalnya harapan agar amalnya diterima, dosanya diampuni. Harapan mendapatkan rahmat, hidayah, rizki dan lain sebagainya. | teks ceramah islam

Khauf adalah sifat khawatir atau takut kepada Allah, yang perlu dimiliki oleh seorang hamba. Misalnya, khawatir amalnya tidak diterima Allah. Khawatir dosa-dosanya tidak diampuni Allah, dan lain sebagainya. Khawatir akan ancaman-ancaman Allah.

Oleh karena itu, jika kita ingin lebih termotivasi dalam memperbaiki diri maka kita perlu memunculkan sikap raja dan khauf, atau harap dan cemas.

Raja berkaitan dengan keuntungan, khauf berkaitan dengan bahaya. Secara naluri, orang bisa memiliki semangat karena mengejar keuntungan dan menghindari bahaya atau kesengsaraan. Misalkan saja, tiba-tiba ada orang sangat bersemangat mengerjakan sesuatu. Ternyata, orang itu akan mendapat keuntungan besar dari yang dia kerjakan. | teks ceramah islam

Sebaliknya, ada orang yang bersusuah payah dan menahan diri untuk tidak makan enak. Ternyata, orang itu sudah “ditakut-takui” dokter kalau makan yang dia sukai penyakitnya akan kambuh.

Itulah dua ilustrasi tentang raja’ dan khauf (harap dan cemas).

Catatan ProMutu.com: Teks ceramah Islam ini dapat anda lengkapi dengan bumbu ceramah, klik: Contoh Ice Breaking

Tapi perlu diingat, jangan salah dalam menempatkan raja’ dan khauf…

Jangan takut tidak kebagian uang , Jangan takut tidak kebagian kedudukan, tetapi yang harus kita takuti adalah tidak bisa memperbaiki diri, karena kalau orang sudah mempunyai kemampuan memperbaiki diri maka yang lain Insya Allah akan mengikuti. Banyak orang memikirkan uang dan kedudukan yang belum ada, padahal rizki tidak akan pernah tertukar! Kalau kitanya bagus, In sya_allah bagus juga pemberian dari Allah.

Kita banyak dosa, kalau kita hanya ingat neraka pasti akan makin lemas, seharusnya ingatlah ampunan Allah jika sudah terjadi dosanya, tapi jika belum jadi dosa lalu mengingat ampunan Allah, maka jadilah dosanya itu , misalnya kita ingin berbuat maksiat karena beranggapan Allah itu Maha Pengampun, itu hal yang salah saudaraku, karena dia menggunakan Raja’ untuk maksiat, terbalik karena seharusnya untuk yang sudah terjadi kita harus mengingat ampunan Allah,barulah itu sah sebagai raja’. | teks ceramah islam

Berharap kalau hanya kepada Allah Insya Allah akan membuat kita optimis. Misalnya,bagaimana kalau harga tanah naik? Jika berharap kepada Allah, berapapun harga tanah, yang penting dapat kita beli karena Allah Maha Kaya .

Lanjutan teks ceramah Islam …

Continue reading “Teks Ceramah Islam Ini Singkat, Tapi Mengena…”

Ceramah Islam : Kiat Sukses Dunia Akhirat

teks ceramah Islam singkatCeramah Islam ini sangat populer di tahun 2000an karena direkam di pita kaset yang diedarkan ke seluruh Indonesia. By Manajemen Qalbu KH Abdullah Gymnastiar.

Inilah kalimat pembuka ceramah Islam yang populer itu…
Kita diciptakan Allah tidak untuk jadi pecundang, namun kita telah dipersiapkan Allah, dengan potensi sukses. Tak hanya sukses di dunia melainkan juga sukses di akhirat.

Catatan: dalam ceramah Islam anda dapat menyisipkan bumbu ceramah. Klik: Permainan Ice Breaker untuk melihat contoh ice breaker dari Ust. Zaenal Abidin

“Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah padamu kebahagiaan akhirat, dan janganlah kamu lupakan bagianmu dari kenikmatan duniawi dan berbuat baiklah pada orang lain. Sebagaimana Allah telah berbuat baik padamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi, sesungguhnyaAllah tidak menyukai orang2 yang berbuat kerusakan.” (Al Qashash 77)

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa “Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang mukmin yang lemah.”

Nabi Muhammad SAW tidak hanya sukses di akhirat, tetapi di dunia juga menjadi orang sukses. Mulai dari kecil beliau tak mau jadi beban orang lain. Pada umur dua belas tahun sudah melakukan perjalanan bisnis (dagang) dan saat umur dua puluh lima tahun telah menjadi pemuda yang luhur akhlaknya dan pribadi yang terpercaya.

Muhammad dianggap sebagai pemuda sukses karena, ketika menikahi Siti Khodijah, beliau memberikan mas kawin sebanyak 20 ekor unta muda yang artinya saat itu telah menjadi seorang pengusaha sukses kaya raya.

Lanjutan Ceramah Islam Kiat Sukses …

Continue reading “Ceramah Islam : Kiat Sukses Dunia Akhirat”

Teks Ceramah : Agar Amal Tetap Bermakna

Teks Ceramah Agama Islam AA GymTeks ceramah agama Islam by AA Gym ini bertema “Bagaimana Agar Amal Tetap Bermakna.” Simak tips dan triknya, semoga kita tidak terjebak dengan amalan pepesan kosong tanpa makna sama sekali!

Hati-hati untuk orang yang amal ibadahnya temporal, sebab mungkin itu adalah tanda-tanda ikhlasnya belum sempurna. Sebab ibadah yang dikerjakan dengan temporal tidak ada lain, ukurannya ialah urusan dunia. Amal tersebut hanya dikerjakan jika sedang butuh, lagi dilanda musibah, atau lagi ada ujian kesusahan. Tidak demikian halnya manakala pertolongan dari Allah datang, datang kesenangan Maka kemampuannya bersenang-senangnya bersama Allah malah menghilang. | Teks ceramah agama Islam

Contohnya ada orang yang menjelang pernikahan tiba-tiba saja ibadahnya jadi meningkat, shalat fardhu tepat waktu, shalat sunnah tahajud nampak khusyu. Namun saat sudah menikah, jangankan shalat tahajud, shalat subuh pun terlambat. Ini perbuatan yang memalukan! Sudah diberi kesenangan, justeru malah lalai akan perintah-Nya. Seharusnya setelah nikah berusaha lebih gigih lagi dalam ber-taqarrub kepada Allah sebagai perwujudan rasa syukur.

Saat wudhu, misalnya, ternyata di sebelahnya ada seorang kyai yang cukup terkenal dan disegani, wudhu kita pun mendadak dibagus-baguskan. Lain halnya jika tidak ada siapa pun yang melihat, wudhu kita kembali dilakukan dengan seadanya dan lebih dipercepat.

Contoh lagi saat menjadi imam shalat, bacaan Al Quran kita digetar-getarkan atau agar orang lain hanyut. Namun sebaliknya ketika shalat sendiri, shalat kita menjadi kilat, padat, dan cepat. Kalau shalat sendirian dia begitu gesit, tapi kalau ada orang lain jadi kelihatan lebih bagus. Hati-hatilah bisa jadi ada sesuatu dibalik ketidakikhlasan ibadah-ibadah kita ini. Karenanya kalau melihat amal-amal yang kita lakukan jadi melemah kualitas dan kuantitasnya ketika diberi kesenangan, maka itulah tanda bahwa kita kurang ikhlas dalam beramal. Baca terus teks ceramah agama Islam

Berbeda dengan orang-orang yang benar-benar ikhlas, dimana seorang hamba mampu beribadah secara istiqamah dan terus-menerus berkesinambungan. Ketika diberi kesusahan, dia akan segera saja bersimpuh sujud merindukan pertolongan Allah. Saat diberi kelapangan dan kesenangan yang lebih lagi, jusetru ia semakin bersimpuh dan bersyukur lagi atas nikmat-Nya ini.

Orang-orang ikhlas ialah orang yang kualitas amalnya sama baik dalam kondisi ada atau tidak ada orang yang memperhatikannya. Sedang orang yang tidak ikhlas, ibadahnya akan dilakukan lebih bagus ketika ada orang lain memperhatikannya, apalagi bila orang tersebut dihormati dan disegani. | Teks ceramah agama Islam

Sungguh satu keberuntungan besar bagi orang-orang yang ikhlas ini. Betapa tidak? Mereka yang ikhlas akan selalu dianugerahi pahala, bahkan bagi orang-orang ikhlas, amal-amal mubah pun pahalanya akan berubah jadi pahala amalan sunah atau wajib. Hal ini akibat niatnya yang bagus.

lanjutan teks ceramah agama …

Continue reading “Teks Ceramah : Agar Amal Tetap Bermakna”