Cincin Nabi Muhammad : Mau Tahu?

Bahasan kali ini adalah tentang cincin Nabi Muhammad saw. Menilik judulnya, mungkin sebagaian anda ada yang baru tahu bahwa Nabi Muhammad saw juga memakai cincin. Lalu, bagaimana ciri cincin Nabi Muhammad itu? Terbuat dari bahan apa, dan jenis batu apa yang dikenakannya? Di jari manakah beliau memakainya?

 

cincin nabi muhammad sawUntuk menghilangkan penasaran anda, dalam kategori tentang Nabi Muhammad kami hadirkan artikel tentang cincin Nabi Muhammad saw yang kami kutip dari eramuslim.com

 

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Nabi Muhammad saw mengenakan cincin. Mula-mula cincin Nabi Muhammad saw terbuat dari emas. sebelum ada larangan penggunaan emas untuk lelaki. Diantara beberapa riwayat itu adalah apa yang disebutkan oleh Imam Malik didalam kitabnya ‘al Muwattha’, dari Adullah bin Umar bahwa Nabi saw pernah mengenakan cincin dari emas kemudian Nabi saw membuangnya dan beliau bersabda,”Aku tidak akan mengenakannya selama-lamanya.’ Maka manusia yang menyaksikannya pada waktu itu pun membuang cincin-cincin mereka.

 

Didalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik berkata bahwa cincin Nabi saw terbuat dari perak dan batu (cinicin) nya adalah batu Habasyi.” (HR. Muslim)

 

Bentuk cincin Nabi Muhammad saw

Adapun bentuk cincin Nabi saw sebagaimana disebutkan Ibnul Qoyyim bahwa sekembalinya beliau saw dari Hudaibiyah kemudian beliau saw menulis surat kepada para Raja di bumi yang dibawa oleh para kurirnya. Tatkala beliau hendak menulis surat kepada raja Romawi maka dikatakan kepadanya saw,”Sesungguhnya mereka tidak akan membaca suatu surat kecuali apabila dibubuhi tanda (stempel).” Maka beliau saw menjadikan cincinya yang terbuat dari perak yang diatasnya terdapat ukiran terdiri dari tiga baris. Muhammad pada satu baris, Rasul pada satu baris dan Allah pada satu baris. Beliau pun menyetempel surat-surat yang dikirimkan kepada para raja dengannya serta mengutus 6 orang pada satu hari di bulan Ramadhan tahun 7 H. (Zaadul Ma’ad, juz I hal 119 – 120)

 

Di jari Apa Beliau Memakainya? | Cincin Nabi Muhammad 

Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Muhammad bin Ishaq berkata,”Aku menyaksikan ash Shalt bin Abdullah bin Naufal bin Abdul Mutthallib mengenakan cincin di jari kelingking kanan.” Maka aku berkata,”Apa ini?’ dia menjawab,’Aku pernah melihat Ibnu Abbas mengenakan cincinnya seperti ini dan menjadikan batu cincinnya dibagian luarnya.’ Dia berkata,’Tidaklah Ibnu Abas meyakini hal itu kecuali dia mengatakan bahwa Nabi saw mengenakan cincinnya seperti itu.’ (HR. Abu Daud)

 

Tentang cincin Nabi Muhammad saw Al Mundziri berkata,”hadits ini dikeluarkan at Tirmidzi.” Dan dia juga berkata,”Sudah berkata Muhammad bin Ismail yaitu al Bukhari bahwa Hadits Muhammad bin Ishaq dari ash Shalt bin Abdullah bin Naufal ini adalah hadits hasan.” Imam Muslim didalam shahihnya dari hadits Tsabit dari Anas bin Malik berkata,”Cincin Nabi saw dikenakan di sini, dia mengisyaratkan kepada jari kelingking kirinya.” Dan An Nasai juga mengeluarkan hadits seperti ini.

 

Tentang cincin Nabi Muhammad saw Adh Dhaya’i juga mengeluarkan hadits Qatadah dari Anas berkata,”Bahwa aku melihat putihnya cincin Nabi saw di jari kirinya.” Dan orang-orang didalam sanad hadits ini bisa dijadikan argumentasi didalam keshahihanya. At Tirmidzi juga mengeluarkan hadits Abi Ja’far Muhammad dari bapaknya berkata,”Hasan dan Husein mengenakan cincin di tangan kirinya.” Dan dia berkata bahwa hadits ini shahih. (Aunul Ma’bud, juz XI hal 210)

 

Dari beberapa riwayat hadits diatas tampaklah bahwa ada riwayat yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad saw mengenakan cincin pada jari kelingking kanannya namun ada juga riwayat yang mengatakan pada jari kelingking kirinya.

 

Para ulama berbeda pendapat didalam menggabungkan hadits-hadits yang berbeda tersebut. Ada diantara mereka yang menyamakan kedua hal tersebut, artinya cincin itu bisa dikenakan di jari kanan atau kiri. Tapi ada juga yang berkata bahwa pada awalnya Nabi saw mengenakan cincin pada tangan kanan namun kemudian beliau saw memindahkannya ke tangan kiri.

 

Adapun pendapat Imam Nawawi didalam Syarh Muslimnya mengatakan bahwa ijma’ para fuqaha membolehkan pengenaan cincin pada tangan kanan dan membolehkannya pada tangan kiri serta keduanya tidaklah dimakruhkan. Mereka berbeda pendapat tentang yang paling utama karena banyak para ulama salaf mengenakan cincin di tangan kanan dan banyak pula di tangan kiri. Malik menganjurkan untuk dikenakan ditangan kiri dan memakruhkan pengenaannya di tangan kanan. Sedangkan didalam madzhab kami (Syafi’i) bahwa tangan kanan lebih utama karena ia adalah hiasan sedangkan tangan kanan lebih mulia dan lebih berhak untuk perhiasan dan kemuliaan. (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi juz XIV hal 102)

 

Cincin Nabi Muhammad saw : Cincin Emas, Kemudian Perak

Pada awalnya Nabi saw mengenakan cincin yang terbuat dari emas namun sesudah ada pelarangan pengenaan emas bagi kaum lelaki maka beliau pun membuangnya dan tidak mengenakan lagi cincin yang terbuat dari emas selama-lamanya. Sebagaimana yang diriwayatkan dari Abdullah bahwa Nabi saw pernah membuat cincin dari emas dan menjadikan batu cincinnya berada dibagian dalam telapak tangannya. Tatkala beliau saw mengenakannya maka manusia (pada waktu itu) membuat (cincin). Kemudian beliau saw duduk diatas mimbar dan melepasnya seraya bersabda,”Sesungguhnya aku mengenakan cincin ini dan menjadikan batu cincinnya dibagian dalam.”maka beliau saw melemparnya dan berkata,”Demi Allah aku tidak akan mengenakannya selama-lamanya.” Maka manusia yang menyaksikannya waktu itu pun membuang cincin mereka.” (HR. Muslim) | Tentang cincin Nabi Muhammad saw

 

Imam Bukhari meriwayatkan hadits dari Anas bin Malik bahwa Nabi saw mengenakan cincin yang terbuat dari perak dan diukir ditasnya (tulisan) Nabi Muhammad. Dan beliau saw berkata,’Aku sudah mengukir diatasnya Nabi Muhammad, maka janganlah salah seorang mengukirnya (seperti ukiran Nabi Muhammad).”

 

Imam Nawawi mengatakan bahwa kaum muslim sudah bersepakat dibolehkan mengenakan cincin dari perak bagi kaum lelaki, namun sebagian Ulama Syam dahulu pernah memakruhkan pengenaannya selain oleh orang yang memiliki kekuasaan, mereka mengatakan suatu atsar dimana atsar ini agak aneh dan tertolak.

 

Al Khottobi berkata bahwa cincin perak makruh dikenakan oleh kaum perempuan karena ia merupakan simbol kaum lelaki. Dia berkata,”Apabila seorang perempuan tidak mendapatkan cincin dari emas maka celuplah dengan warna kuning dari kunyit atau yang menyerupainya.” Dan pendapatnya ini pun lemah atau batil tidak tidak memiliki landasan. Yang benar adalah tidaklah makruh bagi seorang perempuan mengenakan cincin dari perak. (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi juz XIV hal 94)

***

 

Itulah sekilas tentang cincin Nabi Muhammad saw. Bagaimana dengan cincin anda? Di jari mana anda memakainya? Tidakkah sebaiknya mengikuti jejak nabi?

 

Untuk input kami, jika anda suka info ini : Klik 'Like'
Dan jika ingin ikut berbagi ke teman : Klik t / f / M