Manajemen Waktu Islam | Waktu Adalah Pahala

manajemen waktu islam okLatar belakang adanya kajian Islam dengan tema manajemen waktu Islam ini bermula dari sebuah artikel tentang waktu yang berjudul Tentang Waktu dan Demi Waktu yang ditulis oleh H. Akhmad Tefur.

Waktu dapat membuat kita bahagia atau menderita, tergantung bagaimana kita mempergunakannya. Itulah pentingnya manajemen waktu. Topik-topik bahasan singkat dalam artikel ini meliputi:

  1. Memahami pentingnya manajemen waktu Islam
  2. Motivasi untuk lebih bijak dalam menggunakan waktu
  3. Dapat membuat rencana penggunaan waktu yang baik
  4. Memperbaiki kualitas diri dari waktu ke waktu

1. Pentingnya manajemen waktu Islam

Anda tidak mungkin secara tiba-tiba hafal 99 asmaul husna, kan?Anda juga tidak akan pernah menghafalnya jika anda tidak pernah punya rencana untuk menghafalnya. Lantas, waktu anda pun akan terbuang percuma untuk nonton acara TV yang sangat menyita waktu.

2. Lebih bijak dalam mengguakan waktu
Dalam manajemen waktu Islam, mengacu pada kajian Al Quran surat Al Mukminun: “Dan orang-orang yang menjauhi kesia-siaan”, maka kita sepatutnya tidak menyia-nyiakan waktu begitu saja. Jangan biarkan waktu berlalu tanpa bertambahnya ilmu, keterampilan (skill) dan amal shalih.

Ilmu vs Keterampilan
Ilmu relatif lebih mudah diperoleh ketimbang keterampilan. Ilmu adalah pengetahun yang kita miliki, sedangkan keterampilan adalah kemampuan yang kita miliki. Tahu belum tentu mampu. Contohnya, jika kita membaca buku tentang arti bacaan shalat, maka kita akan tahu arti bacaan shalat. Tapi hanya dengan membaca, kita belum tentu langsung memiliki kemampuan untuk mengerti arti bacaan shalat kata per kata. Untuk memiliki kemampuan tersebut, kita perlu berlatih (menghafal) sampai terampil.

Umumnya, bagi kita yang telah lepas masa sekolah sangat jarang menambah keterampilan baru. Yang sering kita tambah hanya berupa ilmu. Padahal, keterampilan juga luar biasa penting untuk kesempurnaan ibadah kita.

3. Dapat menggunakan waktu yang baik
Jika orang barat bilang “Waktu adalah uang”, maka orang Islam bilang “Waktu adalah pahala”. Ini artinya, gunakan setiap detik bernilai ibadah.

Masih ingat pesan ulama: “Jadikan gerak dan diammu bernilai ibadah?” Ya, ini artinya setiap gerak dan diam kita harus memiki niat ibadah, dan ditujukan karena Allah dengan ikhlas.

Nabi bersabda, “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan dibalas sesuai dengan apa yang diniatkan…”.

Niat adalah pembeda antar ibadah dan kebiasaan.

  • Tidur tanpa niat karena Allah itu tidak bernilai ibadah, tapi hanya menjalankan kebiasaan belaka yang hasilnya adalah hilang kantuknya. Jika tidur diniatkan karena Allah, maka insya Allah bernilai ibadah (dapat pahala) juga hilang kantuknya
  • Mandi tanpa niat karena Allah itu tidak bernilai ibadah, tapi hanya menjalankan kebiasaan belaka yang hasilnya badan menjadi bersih. Jika mandi diniatkan karena Allah, maka insya Allah bernilai ibadah (dapat pahala) juga dapat bersihnya

4. Memperbaiki kualitas diri dari waktu ke waktu

Setiap triwulan, hendaknya kita membuat rencana penambahan (1) Ilmu (2) Skill, dan (3) Amal. Dengan demikian dari waktu ke waktu kualitas diri kita bertambah.

Itulah prinsip-prinsip manajemen waktu Islam yang luar biasa.

Silakan share...